Meritokrasi Ilahiah dan Ujian Sosial:

Perpektif Tafsir Interdisiplin Surah Al-An‘ām Ayat 165

Penulis

Kata Kunci:

meritokrasi ilahiah, ujian sosial, tanggung jawab etis, tafsir interdisiplin, Ibn Ashur, maqāṣid al-sharī‘ah

Abstrak

Perbedaan derajat sosial dalam masyarakat menurut al-Qur’an bukanlah bentuk ketidakadilan, melainkan ujian ilahiah yang menuntut tanggung jawab moral. Artikel ini bertujuan mengkaji QS. Al-An‘ām: 165 melalui perspektif tafsir interdisiplin yang memadukan pendekatan linguistik, teologis, dan sosial. Metode yang digunakan adalah studi pustaka berbasis tafsir klasik dan literatur teologi sosial Islam, dengan fokus pada tiga mufasir utama: Ibn ‘Āshūr, al-Rāzī, dan al-Syaukānī. Temuan menunjukkan bahwa ketiganya memaknai kekhalifahan dan derajat sosial sebagai bentuk ujian (ibtilāʾ) yang mensyaratkan tanggung jawab etis dan akuntabilitas di hadapan Tuhan. Konsep meritorasi ilahiah (divine meritocracy) muncul sebagai sintesis teologis yang menekankan bahwa semua bentuk kelebihan adalah amanah, bukan hak dominatif. Artikel ini menyajikan tafsir QS. Al-An‘ām: 165 sebagai basis konseptual untuk membangun struktur sosial Islam yang adil, bertanggung jawab, dan berorientasi tujuan (maqāṣid).

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Muhamad Muhamad, Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA)

    Dosen, Peneliti dan Peminat Kajian Interdisiplin

Referensi

Al-Māturīdī, ‘Alī ibn Muḥammad. (2005). Ta’wīlāt Ahl al-Sunnah (Ed. Fathullah Khulayf). Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

al-Rāzī, F. al-D. M. ibn ‘Umar. (n.d.). Al-Tafsīr al-Kabīr [Mafātīḥ al-Ghayb] (Vol. 15). Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī.

al-Shawkānī, M. ibn ‘Alī. (1993). Fatḥ al-Qadīr: Al-Jāmi‘ bayn al-Fann al-Riwāyah wa al-Dirāyah min ‘Ilm al-Tafsīr (2nd ed., Vols. 1–5). Beirut: Dār al-Ma‘rifah.

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: International Institute of Islamic Thought.

Dompet Dhuafa. (2022). Annual Report 2022: Empowering Communities Through Islamic Philanthropy. Jakarta: Dompet Dhuafa Publishing.

Esack, F. (1997). Qur’an, Liberation and Pluralism: An Islamic Perspective of Interreligious Solidarity against Oppression. Oxford: Oneworld Publications.

Ibn ‘Āshūr, M. al-Ṭāhir. (1984). Al-Taḥrīr wa al-Tanwīr. Tunis: Dār al-Tūnisiyyah li al-Nashr.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI.

Nasr, S. H. (2002). The Heart of Islam: Enduring Values for Humanity. New York: HarperOne.

Qutb, S. (2000). Fī Ẓilāl al-Qur’ān (Dalam Edisi Beirut, 30 vols.). Beirut: Dār al-Shurūq.

Rahman, F. (1982). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Rawls, J. (1999). A Theory of Justice (Rev. ed.). Cambridge, MA: Harvard University Press.

Wahidah, F. (2021). Zakat and Social Justice: The Case of Productive Zakat in Indonesia. Islamic Economic Studies Journal, 9(2), 45-62.

Walzer, M. (1983). Spheres of Justice: A Defense of Pluralism and Equality. New York: Basic Books.

Weber, M. (1978). Economy and Society: An Outline of Interpretive Sociology (G. Roth & C. Wittich, Eds.). Berkeley: University of California Press.

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-20 — Diperbaharui pada 2025-07-20

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Muhamad, M. (2025). Meritokrasi Ilahiah dan Ujian Sosial:: Perpektif Tafsir Interdisiplin Surah Al-An‘ām Ayat 165. YAHDIFA: Jurnal Akademik Humaniora Diskursus Interdisiplin Fundamental Agama, 1(1), 56-74. https://ejournal.yahdifa.org/index.php/ojs/article/view/11

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.