Kajian Orientalis terhadap Al-Quran
Analisis Historis Motif dari Abad ke-19 hingga Kontemporer
Kata Kunci:
Orientalisme, Studi Al-Qur’an, Tafsir, Wacana Keislaman, DakwahAbstrak
Kajian orientalis terhadap Al-Qur’an berakar pada sejarah panjang interaksi Timur–Barat yang dipengaruhi oleh kepentingan politik, misi keagamaan, dan dorongan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif dominan dalam kajian orientalis serta menilai implikasinya terhadap perkembangan studi Al-Qur’an dan wacana keislaman kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis historis-kritis terhadap literatur orientalis klasik dan modern serta respons intelektual Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian orientalis didorong oleh motif yang beragam, mulai dari ketertarikan filologis dan kritik teks, misi kristenisasi, ambisi kolonial, hingga upaya dekonstruksi otoritas Al-Qur’an, meskipun orientalis generasi mutakhir memperlihatkan kecenderungan dialogis yang lebih apresiatif terhadap tradisi tafsir Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kajian orientalis merupakan spektrum intelektual yang kompleks dan berdampak ganda, sehingga diperlukan penguatan literasi kritis, metodologi tafsir yang kokoh, serta dialog akademik yang setara guna mendukung pengembangan dakwah dan ilmu-ilmu keislaman dalam konteks global.Unduhan
Referensi
Al Jabari, A. M. M. (1995). Al istisyraq wa wajh al isti’mar. Maktabah Wahbah.
Saeed, A., & Akbar, A. (2021). Contextualist approaches and the interpretation of the Qur’an. Religions, 12(7), 1–11.
An Nadwi, A. A. H. (1983). Ash-shira’ baina al fikrah al islamiyyah wa al fikrah al gharbiyyah fi al aqthar al islamiyyah (Edisi ke-4). Dar Al Qalam.
Mudzakkir, A., Syamsudduha, Half, A., & Suarni. (2024). History of the development of orientalism: Its influence on the modern Islamic world. JIIS: Journal of Indonesian Islamic Studies, 4(1), 51–58.
Al Bahi, M. (t.t.). Al fikr al islami wa shilatuhu bil isti’mar al gharbiy. Maktabah Wahbah.
Al-Hamzi, A. M. S. (2023). Quranic translation ideology: Lessons from Muslims and Orientalists. IVICOLL, 3(1), 234–250.
M, A. U. P. (2024). Jam'al-Quran pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafaurasyidin. *El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5*(3), 1525–1539.
Yusup, A. A. (2016). Metode bibel dalam pemaknaan Al-Qur’an (kajian kritis terhadap pandangan orientalis). Hunafa: Jurnal Studi Islamika, 13(1), 35.
Rahman, F. (1989). Tema pokok al-Qur`an (Cet. I). Pustaka.
Qazi, H. M., Ahmad, S., Ullah, R., & Khattak, A. H. (2022). A case study of "Introduction to Quran by Montgomery Watt. *Al-Qantara, 8*(2), 92–115.
Zarkasyi, H. F. (2005). Mengkritisi kajian Islam orientalis pengantar. Majalah Islamia, 2(3).
Zarkasyi, H. F. (n.d.). Tradisi orientalisme dan framework studi Al-Qur`an. Diakses 24 September 2025, dari http://tsaqafah.isid.gontor.ac.id/volume-vii-1/tradisi-orien
Hasan, A., & Uddin, F. (2020). Orientalist studies on methodology of repetition in the holy Quran: A critical study. *Journal of Ma‘ani al-Qur’an Studies, 12*(2), 45–67.
Ali Muhammad, I. (2000). Pengantar kajian orientalisme.
Sapariah, J., Rezky, L., Ajmi, S., & Abdul Aziz, A. R. (2023). Characteristics of orientalism studies and implications for the Islamic word. Serumpun: Journal of Education, Politic and Social Humaniora, 1(01), 9–21.
Zaqzuq, M. H. (1989). Orientalisme dan latar belakang pemikirannya. Dar Al Manar.
Jamilah, M. (1997). Islam dan orientalisme (Edisi ke-2, Cet. 2). Raja Grafindo Persada.
Khoeron, M. (2010). Kajian orientalis terhadap teks dan sejarah Al-Qur’an. Suhuf, 3(2), 237–238.
Sya’bani, M. A. Y. (2017). Interaksi dunia Islam dan Barat (implikasinya terhadap perkembangan pemikiran, peradaban dan pendidikan Islam). Tamaddun: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan, 18(1), 162–181.
Abdul Wahid, M. (2025). From Orientalism to Neo-Orientalism: Medial representations of Islam and the Muslim world. Textual Practice, 39(2), 162–181.
Alwi HS, M. (2020). Kritik atas pandangan William M. Watt terhadap sejarah penulisan Al-Qur’an. *Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 21*(1), 89–100.
Khalid, M., & Farukh, U. (1987). At tabshir wa al isti’mar fi al bilad al ’arabiyyah. Al Maktabah Al Ashriyyah.
Hidayat, N. (2009). Imperialisme baru. Gema Insani Press.
Setiawan, N. K. (2007). Orientalisme Al-Qur’an: Dulu, kini dan masa datang. Dalam Orientalisme Al-Quran dan Hadis (hlm. 1). Nawesea Press.
Abdelgalil, R. (2024). Orientalist interpretations of Wahy: Qur’anic revelation in 19th and 20th century studies. Dar al-Nahda.
Reynolds, G. S. (2018). The Qur’an and the Bible: Text and commentary. Yale University Press.
Benmessaoud, S., Fareh, S., & Abidi, L. (2024). Image of the Qur’an in Western scholarship: A socio-narrative approarch. Cogent Arts & Humanities, 11(1), 1–16.
Thaver, T. (2024). Toward a post-Orientalist conception of Qur’anic studies. ReOrient, 9(1), 4–9.
Wright, T. (1855). Early Christianity in Arabia: A historical essay.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ahsin Fara Diba, Muhammad Nashrulloh, Abdullah Safei (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



