Legalitas Disiplin Ilmu Qirā’āt Dalam Al-Qur`an
Studi Kritik Pandangan Ignaz Goldziher
Kata Kunci:
Al-Qur`an, Legalitas Ilmu Qira`at, Kritik GoldziherAbstrak
Dalam pandangan Goldziher, qirā’āt yang berkembang pada masa sekarang merupakan karya manusia pada masa lalu yang disebabkan tidak adanya tanda resmi (titik dan harakat) pada Al-Qur’an waktu itu. Dalam pandangan Goldziher, hal tersebut merupakan bentuk Inkonsistensi Qira`at. Artikel ini berupaya menjawab Goldziher, penulis menggunakan teori linguistik, yaitu menganalisa setiap lafaz yang memiliki ragam qirā’āt. Metode yang digunakan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) fokus pada lima tema. Kesimpulan tulisan ini menunjukan bahwa lafaz yang beragam dalam qirā’āt Al-Qur’an tidak berarti mempunyai makna yang berbeda, tetapi tetap satu makna. Kemudian adanya perbedaan lafaz dan makna dalam qirā’āt tidak menggugurkan substansi pada makna kandungan Al-Qur’an, akan tetapi masing-masing menjadi saling menguatkan.
Unduhan
Referensi
Goldziher, I. (1889-1890). Muhammedanische Studien. Max Niemeyer.
Goldziher, I. (1910). Vorlesungen über den Islam. Carl Winter.
Anusantari, I. (2020). Perspektif Orientalis Dalam Mengkaji Hadits Dan Bantahan Kaum Muslim: Perspektif Ignaz Goldziher, Joseph Franz Schacht Dan Mustafa Azami. Riwayah, 6(1), 103–124.
Apriyani, F., Nur Amin, M., Ikhwanuddin, I., & Kholil, A. M. (2023). KRITIK AL-MARAGHI ATAS PENDAPAT IGNAZ GOLDZIHER DALAM BUKU INTRODUCTION TO ISLAMIC THEOLOGY AND LAW. TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 22(1), 52–77. https://doi.org/10.30631/tjd.v22i1.334
Ardiansyah, D. (2019). Kritik Ignaz Goldziher terhadap Historisitas Al-Qur’an dalam Buku Muslim Studies. QOF, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.30762/qof.v3i1.1271
Cut Zainab. (2020). PEMIKIRAN IGNAZ GOLDZIHER TENTANG AL-QUR’AN DAN HADIS. Retrieved November 5, 2025, from https://repository.ar-raniry.ac.id
Fahimah, S., & Ilmi, V. M. (2022). Pandangan Orientalis Atas Al-Quran Studi Tokoh Atas Yang Pro Dan Kontra. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir, 5(2), 288–301. https://doi.org/10.58518/alfurqon.v5i2.1400
Minhaji, D. H. A. (n.d.). Pemikiran Orientalis tentang Studi Hadis dan Tafsir Al-Qur’an (Makna, Latar Belakang, Teori dan Metodologi).
Muzayyin, M. (2015). Al-Qur’an Menurut Pandangan Orientalis (Studi Analisis ‘Teori Pengaruh’ Dalam Pemikiran Orientalis). Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 16(2), 203–221.
Muttaqin, M., & Fambudi, M. A. (2022). Kritik Orientalis dalam Aspek Ontologis Studi Al-Qur’an. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan, 17(2), 187–200. https://doi.org/10.37680/adabiya.v17i2.2470
Rahman, F. (2020). Islamic Methodology in History. Islamic Book Trust.
Rozi, M. F. (2016). Eksistensi Qiraat Al-Qur’an (Studi Kritis Atas Pemikiran Ignaz Goldziher). SUHUF, 9(1), 123–148. https://doi.org/10.22548/shf.v9i1.5
Saeed, A. (2008). The Qur’an: An Introduction. Routledge.
Schacht, J. (1950). The Origins of Muhammadan Jurisprudence. Clarendon Press.
Wahyudi, Y. (2014). Menimbang Pemikiran Ignaz Goldziher tentang Hadis Nabi. ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, 9(1), 176–199. https://doi.org/10.15642/islamica.2014.9.1.176-199
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siti Chusniyati, Abdullah Safei (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



